Tuesday 30th November 2021

HEBOH! Ini Cara Peretas PeduliLindungi Jualin Sertifikat Vaksin ke Warga!

  • September 03, 2021
  • comments 0
  • Siregar

ūüĎČ DOWNLOAD Aplikasi Cek Bansos Kemensos, Simak Cara Daftar Jadi Penerima Bansos, Siapkan KTP dan KK!

Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembobolan data pada aplikasi PeduliLindungi dan telah mengamankan dua orang pelaku dalam kasus ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada hari Jumat (3/9/2021) bahwa modus operandi pelaku adalah dengan terlebih dahulu meretas akses ke data kependudukan lalu membobol akses ke pcare BPJS, dan kemudian bekerja bersama dengan rekannya dalam menjual data ke publik,”

Salah satu pelaku yang diamankan ternyata adalah pegawai Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara. Pelaku tersebut dituduh melakukan illegal access data kependudukan warga.

Lebih lanjut Kapolda menerangkan bahawa yang bersangkutan adalah pegawai pada kelurahan di Kapuk Muara sehingga paham betul kalau kedua hal tersebut adalah syarat untuk mendapatkan sertifikat vaksinasi dalam PeduliLindungi.

“Setelah mendapatkan akses NIK, kemudian yang bersangkutan membuat sertifikat vaksinasi dengan memanfaatkan¬†password¬†dan¬†username¬†yang juga dia ketahui, karena dia bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.

Pelaku HH (30) inilah yang merupakan staf di Kelurahan Kapuk Muara, dan bertugas membuat sertifikat vaksinasi.

“Modus pelaku HH membuat sertifikat vaksin pada sistem pcare BPJS yang terkoneksi pada aplikasi PeduliLindungi tanpa melalui prosedur yang ditentukan,” katanya.

Dijual ke Publik

Kedua pelaku memiliki peranannya masing-masing, lebih lanjut dijelaskan Fadil Imran. Setelah pelaku HH menemukan jalan untuk membuat sertifikat vaksin melalui sistem pcare BPJS yang terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi, pelaku lainnya FH (23), memiliki tugas untuk memasarkan sertifikat tersebut.

“Petugas¬†marketing¬†menjual kepada masyarakat melalui akun Facebook dan setelah mendapatkan pesanan, pelaku berikutnya membuatkan,” katanya.

Ngomong-ngomong guys, jangan coba-coba pakai sertifikat vaksin palsu ya! Hukumannya ga main-main, loh..

Pasal 51 ayat (1) UU ITE mengatur perihal ancaman pidana terhadap perbuatan yang dikategorikan dalam Pasal 35 tersebut, yakni: “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).”